Progam Seminar dan Pelatihan Kebahasaan

Kembali ke halaman sebelumnya

Bincang Bahasa

Bahasa adalah cerminan perkembangan pengetahuan yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat mengenai dunia di sekeliling mereka. Kekayaan kosakata dalam suatu bahasa terbentuk melalui proses bertahap yang di dalamnya menitikberatkan pada upaya pembentukan kompromi mengenai label apa yang dapat diberikan terhadap suatu fenomena. Pertanyaan “mengapa buah berduri berwarna kecokelatan disebut durian?” atau “mengapa potongan kayu yang disusun disebut meja?” menjadi pertanyaan pemicu untuk merefleksikan bahwa bahasa menunjukkan keunikan masyarakat dalam berkompromi mengenai dunia di sekitar mereka yang prosesnya sarat akan kearifan lokal. Memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, 718 bahasa daerah, dan sejumlah bahasa asing sesungguhnya menjadi sumber kekuatan tersendiri bagi masyarakat kita untuk mengembangkan ilmu pengetahuan mereka.


Meskipun demikian, fenomena kepunahan bahasa yang semakin marak terjadi telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kemungkinan tergerusnya kearifan lokal yang telah lama dikembangkan oleh masyarakat. Semakin cepatnya gerak globalisasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi telah mendorong semakin tipisnya ikatan seseorang terhadap identitas lokal yang dimilikinya, termasuk dalam hal kebahasaan. Memahami kondisi masyarakat yang terus berkembang dan kemungkinan kepunahan bahasa yang nyata adanya, pertanyaan lantas muncul tentang bagaimana cara terbaik untuk tetap melestarikan kearifan lokal di tengah kondisi masyarakat yang semakin mengglobal seperti saat ini. Adapun maksud dan tujuan pelaksanaan Bincang Bahasa ini sebagai berikut:

  1. Menambah pengetahuan kepada masyarakat DKI Jakarta dan Indonesia mengenai topik kebahasaan yang menjadi bahan diskusi.

  2. Menciptakan inspirasi dan motivasi kepada masyarakat DKI Jakarta dan Indonesia untuk turut andil dalam proses pelestarian bahasa.